Tujuan Kita Berbudidaya Jamur

Leave a comment

 

Jamur Tiram Putih

Jamur Tiram Putih

 

Tujuan utama dari pemilihan budidaya jamur ini adalah selain mengemban misi yang telah kami paparkan diatas adalah profit yang cukup menggiurkan bagi usaha yang investasinya relative tidak terlalu besar dengan ROI (Return Of Investment) yang cukup cepat.

Untuk cara manajemennya sendiri sebagai berikut :

a) Planning :

pendekatan yang digunakan dalam membuat perencanaan usaha jamur adalah pendekatan top down, maksudnya yang membuat perencanaan adalah manajemen aras puncak dan yang melaksanakan adalah aras bawah

Perencanaan yang baik harus memuat unsur-unsur

  • Sistematik artinya perencanaan harus jelas dan teratur
  • Measureable artinya perencanaan dapat diukur
  • Acceptable artinya perencanaan dapat diterima oleh pemilik dan pelaksana
  • Time oriented artinya ada batasan waktu

b) Organizing :

dengan mengkoordinir sumber daya manusia yang ada agar dapat  digunakan secara efektif dan efesien

c) Controlling :

supaya perencanaan diatas dapat tercapai dengan maksimal maka dilakukan aktivitas pengendalian berupa pemeriksaan baik tanaman maupun pembukuan (struktur manajemen organisasi)

Latar belakang pembudidayaan Jamur Tiram Putih

Leave a comment

Pemilihan bentuk usaha budidaya jamur tiram ini dilatarbelakangi oleh :

1.      Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Pasar jamur tiram yang telah jelas serta permintaan pasar yang selalu tinggi memudahkan para pembudidaya memasarkan hasil produksi jamur tiram.

2.      Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya dalam arti kata pure organic.

3.      Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar pertanian jamur tiram.

4.      Media pembelajaran yang bertanggung jawab bagi kami sebagai pengelola
2. Visi

Menjadi industri budidaya jamur tiram yang memenuhi kebutuhan jamur tiram dalam negeri khususnya daerah Bandung sekitarnya dan Indonesia pada umumnya.
3. Misi

*  Membuka lapangan pekerjaan baru.

*  Meningkatkan taraf hidup dengan menghasilkan jamur berkualitas baik.

*  Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui pendekatan kualitas (cita rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan konsumen.

*  Mensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar Banjaran pada khususnya.

Berikut salah satu foto petani jamur dari hasil pembibitan Toekang Jamoer :

Gudang Jamur

Contoh Budidaya Petani Jamur Tiram Putih

Lokasi ada di Wilayah Kutawaringin Jawabarat, Foto diatas merupakan foto dari petani jamur tiram putih yang telah didampingi oleh Moyafi Toekang Jamoer. Jika anda berkenan anda juga bisa mencoba budidaya jamur tersebut.

Moyafi Toekang Jamoer siap melayani anda.

PENGEMBANGAN USAHA BUDI DAYA JAMUR TIRAM

Leave a comment

Jamur Tiram

Jamur Tiram

Berangkat dari niat untuk mendalami dunia usaha yang terbuka lebar serta keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka dengan segenap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai hasil survey serta konsultasi, penulis menyusun proposal pengembangan budidaya usaha jamur tiram ini. Pengembangan usaha ini dipilih atas beberapa pertimbangan diantaranya daya serap pasar lokal yang masih sangat tinggi dan potensial, kebutuhan skill yang tidak begitu tinggi, biaya investasi yang relatif rendah investasi yang masuk akan dialokasikan untuk penambahan sarana dan prasarana serta dana operasional usaha. Budidaya jamur tiram putih yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani terutama di Cisarua, Lembang, Jawa Barat pada tahun 1988, dan pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, para petani di kawasan Cisarua, yang semula merupakan petani bunga, peternak ayam dan sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri berskala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum.Sekilas tentang Jamur Tiram Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. Jamur tiram juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti : Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah. Memiliki kandungan serat mulai 7,4 % sampai 24,6% yang sangat baik bagi pencernaan. Antitumor, antioksidan, dll. Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar. Jamur tiram tumbuh pada serbuk kayu, khususnya yang memiliki serat lunak seperti jenis kayu albasiah. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur tiram adalah 20 – 28°C, dengan kelembaban 80 – 90 %. Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan cahaya matahari tidak langsung, aliran udara yang baik, dan tempat yang bersih.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.